Kamis, 19 Mei 2011

Lomografer Itu Apa?? dan Tekniknya Bagaimana??


Lomografer dan Perkembangannya

Lomografer adalah sebuah sebutan untuk pengguna kamera Lomo dan juga untuk orang-orang yang menyukai Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger merupakan dua mahasiswa Austria yang dengan gigih memperkenalkan dan mengajak kerabat dan bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo, sehingga lama-kelamaan semakin banyak orang yang ingin menggunakan kamera Lomo. Sampai akhirnya mereka mendirikan klub pencinta Lomo, The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) di Vienna. Saat ini, klub tersebut menampung lebih dari 500.000 pengguna setia Lomo, termasuk di Indonesia.
Setelah beberapa pameran Lomo digelar, banyak orang yang semakin tertarik dan ikut menggunakan Lomo. Lomografi pun segera menyebar ke mana-mana. Saat ini, pengguna Lomo dapat ditemukan 60 lokasi dari lima benua dan kini telah terdapat 88 perkumpulan Lomo di seluruh dunia.

Teknik Lomografi

Lomografi adalah sebuah fenomena dalam fotografi. Lomografi menabrak segala aturan yang ada, meninggalkan aturan-aturan baku dalam fotografi. Lomografi memiliki banyak jenis kamera, tapi semuanya memiliki konsep yang sama, jangan pedulikan aturan. Sementara dalam fotografi konvensional, banyak aturan-aturan baku yang harus dipatuhi, seperti speed, shutter, dll.
Lomo itu bebas kita dituntut untuk memotret dengan fun. Berbeda dengan kamera biasa seperti SLR yang membutuhkan teknik-teknik tertentu, Lomo tekniknya itu bebas. Hasilnya sangat subyektif. Apa pun hasilnya, itulah Lomo. Orang tertarik ikut Lomo karena tidak ada keterbatasan. Kita kadang bisa membidik lewat viewfinder atau bisa bagaimana saja karena tidak ada batasan yang mengikat.
Untuk sementara tinggalkan sejenak teori-teori fotografi dan mari kita mencoba menggunakan Lomografi. Hasil yang didapat juga tak pernah bisa diduga. Inilah bukti kamera bisa bekerja dengan cara yang berbeda. Inilah pemberontakan terhadap teknologi tinggi dan high definiton dalam fotografi. Fotografi memang dapat menghasilkan foto yang bagus, sementara lomografi menghasilkan foto yang unik.

**hub@hub@... ^_^

Apa Sih Lomografi Itu??

Lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi, fotografi menggunakan sebuah kamera khusus yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO adalah singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation) merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St.Petersburg, Rusia; yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan (seperti untuk lensa mikroskop), alat-alat persenjataan, dan lensa kamera.
Meski lahir di Rusia, perkembangan kamera Lomo jauh lebih pesat di Austria. Di Austria perkembangan Lomografi sangatlah pesat karena lomografi merupakan suatu trademark komersil untuk produk-produk yang berkaitan dengan fotografi yaitu Lomographische AG.
Lomografi dapat kita sebut dengan seni kreasi murni karena kita dapat memotret suatu obyek dengan kamera manual yang apa adanya. Meskipun alat ini masih tergolong berteknologi sederhana, namun kita dapat menghasilkan foto yang unik dan berbeda dari foto pada umumnya.

Sejarah Singkat LomoGrafi
Pada awalnya Michail Panfilowitsch Panfiloff, salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical, pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet, segera meneliti kamera yang diberikan oleh Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky, orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet yang diketahui benda tersebut berasal dari Jepang. Setelah diteliti, keduanya sepakat kamera ini patut ditiru dan dikembangkan desainnya. Dengan tujuan kamera tersebut dapat menjadi kebanggaan warga Uni Soviet. Maka pada tahun 1982 mereka membuat Lomo Kompakt Automat. Kamera jenis ini lebih dikenal dengan nama Lomo LC-A.
Kamera tersebut diproduksi dengan cepat dan terjual habis. Diperkirakan penyebarannya pun sampai Vietnam, Kuba dan Jerman Timur, sampai ke pelesir Laut Hitam. Namun berakhirnya era komunis menyebabkan Lomo mati suri. Pada tahun 1991, dua mahasiswa Vienna, Austria yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger menemukan kembali adanya Lomo LC-A di daratan Praha, Ceko. Kamera Lomo LC-A yang mereka temukan itu betul-betul tak terurus. Kotor dan kusam,dan baterainya harus diimpor dari Asia. Rentang waktu 1992 – 1993, menjadi waktu penting atas kebangkitan Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger segera pergi berkeliling dunia. Dengan gigih keduanya mengajak teman, kerabat, bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo.
Sampai akhirnya, mereka mendirikan klub pencinta Lomo yaitu The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) di Vienna. Pada 1994, Pameran Lomografi pertama kali di gelar di Moskow, Rusia dan New York, Amerika Serikat.

**hub@hub@ Omen ^0^

Teknik Wawancara


Wawancara (interview) adalah salah satu cara wartawan untuk mendapatkan berita besar secara eksklusif, yakni berita yang tidak bisa dimiliki oleh media lain.
Sebelum melakukan wawancara, seorang jurnalis harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar wawancara berlangsung dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
Antara lain:
1.Tentukan sasaran/topik yang akan ditanyakan. pelajari juga latar belakang dari nara sumber.
2.Pelajari sebanyak mungkin segala sesuatu yang menyangkut topic yang hendak diajukan kepada nara sumber.
3.Siapkan semua alat bantu yang dibutuhkan (buku catatan, pena, kamera, dan sebagainya).
4.Setelah menetapkan topik atau masalah yang hendak ditanyakan, kita sebaiknya menuliskan daftar pertanyaan, fakta-fakta, atau pandangan yang akan dikorek dari nara sumber.

**hub@hub@ >_^

Alat Kerja Jurnalistik


Menulis berita membutuhkan alat pembantu, agar dapat merekam peristiwa, gejala atau kejadian/fakta di lapangan . Yang biasa digunakan:
1.Kamera
Penggunan kamera di lapangan harus memperhitungkan sudut pemotretan, serta kelihaian sendiri untuk objek yang sulit/tidak mau dipotret.

2.Pena dan buku catatan
Meski sudah menggunakan tape recorder, buku catatan diperlukan untuk membantu melihat bagain-bagian penting dari rekaman, disamping catatan sulit terhapus.

3.Tape recorder
Pada waktu wawancara tape sangat membantu mempertahankan suasana akrab karena tidak terganggu dengan mencatat penyataan sumber.

4.Telepon/ Telegram/Fax/Telex
Telepon dan alat komunikasi lainnya dibutuhkan saat kita di lapangan, untuk tetap up date berita kondisi dengan nara sumber atau tempat dimana kita bekerja.

5.Alat transportasi
Pada wilayah-wilayah tertentu alat transportasi adalah kebutuhan vital. Ada kalanya seorang jurnalis membutuhkan kendaraan, bahkan menyewa untuk sampai ke sebuah tujuan peliputan.

6. Bahasa (daerah, asing atau penterjemah)
Kesulitan sering timbul jika nara sumber tidak bias berbahasa seperti bahasa yang kita kuasai, dalam hal ini dibutuhkan penterjemah.

**hub@hub@ ^0^

Bentuk Wawancara Jeh


Berdasarkan bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan, wawancara dapat dibedakan atas tujuh macam:
1.Man in the street interview
2.Casual interview
3.Personality interview
4.News interview
5.Telephone interview
6.Prepared question interview
7.Group interview

Man in the street interview
Menanyai orang-orang di jalanan, untuk mengetahui tanggapan dan pendapat khalayak terhadap peristiwa tertentu.
Orang-orang yang ditanyai/tanggapan tidak ditentukan, tetapi dipilih secara acak. Kelemahan dari wawancara jalanan ini adalah sempitnya waktu untk mengajukan pertanyaan serta untuk memberikan kejelasan. Dengan demikian reaksi yang diwawancarai akan dangkal pula, karena keterbatasan waktu.
Unti lebih amannya dari tuduhan mengada-ada sebaiknya menggunakan recorder waktu wawancara serta kamera, sebab yang diwawancarai sulit ditemukan kembali untuk re-checking.

Casual interview
Adalah wawancara yang dilakukan secara mendadak atau mendesak, atau wawancara yang dilakukan lantaran kebetulan bertemu dengan nara sumber yang relevan dengan masalah yang tengah aktual.

Personality interview
Atau wawancara mengenai pribadi seseorang yang ditokohkan. Biasanya dimuat dalam bentuk profil, tokoh siapa dan mengapa yang menonjolkan sikap dan pandangannya yang patut dijadikan contoh yang baik oleh khalayak.
Wawancara pribadi juga bisadilakukan terhadap orang yang menunjukkan keluarbiasaan, aneh dan bertingkah eksklusif.
News interview
Adalah satu bentuk wawancara yanbg paling banyak digunakan jurnalis dalam mengumpulkan fakta yang akan disiarkan, baik sebagai sumber berita, maupun untuk mendapatkan suatu konfirmasi atas fakta lainnya.
Biasanya, wawancara berita ini dilakukan untuk mendapatkan bahan berita langsung (straight news) sesuai dengan penetapan jadwal berita (news schedule).

Telepohone interview
Telephone interview adalah wawancara yang dilakukan dengan menggunakan telepon, sering digunakan untuk berita-berita yang sangat mendesak deadline. Atau yang sering kita lihat akhir-akhir ini di televisi wawancara dengan nara sumber langsung dilakukan pada saat siaran berlangsung.
Kelemahan interview ini, tidak bisa mengetahui reaksi dan mimik air muka yang diwawancarai.

Prepared question interview
Adalah wawancara yang sering digunakan mass media untuk memperoleh tanggapan dan pendapat terhadap hal-hal yang rumit, menyangkut data-data, dan menyangkut disiplin keilmuan.
Untuk jenis ini, daftar pertanyaan dipersiapkan dan ditulis terlebih dahulu kepada nara sumber atau dikirimkan melalui pos atau kurir. Saat nara sumber menjawab pertanyaan yang mewawancarai tidak perlu hadir.
Wawancara tertulis ini akan memberikan waktu yang cukup kepada nara sumber guna mempertimbangkan dan memberikan jawabannya.

Group interview
Group interview adalah wawancara antara serombongan jurnalis dengan sekelompok nara sumber, bisa juga disebut symposium.
Wawancara seperti ini biasanya dimulai dengan sejenis konferensi pers yang kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan sekelompok sumber (ahli) dan jurnalis juga terdiri atas beberapa media.

**hub@hub@ ^0^

Apa seh Feature itu...

Menulis Feature dengan Mudah
By Juwita Wahyu Ratnawati
                                                                                  
1.      Pengertian Feature
Feature adalah sebuah “karangan khas” yang menuturkan fakta, peristiwa, atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya dan cara kerjanya. Secara singkat feature bisa kita definisikan menjadi sebuah tulisan berita “khas” (berupa fakta) yang memiliki unsur human interest (menyentuh perasaan).

1.    Ciri khas tulisan feature
1.         Mengandung Segi Human Interest
Mampu menggugah emosi, menghibur, memunculkan empati, dan keharuan serta menyentuh rasa manusiawi (human touch).
2.         Mengandung Unsur Sastra
Ditulis dengan gaya menulis fiksi namun tetap kreatif, informatif dan faktual.
Penulisan feature menggunakan bahasa yang lembut (soft). Serta feature yang baik bisa memberikan kesimpulan atau pertanyaan kepada pembaca pada akhirnya.

2.    Ciri Seorang Penulis Feature
1.         Mempunyai ketajaman dalam melihat dan memandang suatu peristiwa
2.         Menghayati suatu peristiwa
3.         Kreatif

2.      Jenis  - jenis Feature
1.      News feature
Merupakan pengembangan dari straight-news dan mengungkapkan sebuah kejadian, berikut prosesnya. 
2.      Feature Artikel
Lebih cenderung segi sastranya dan merupakan pengembangan dari berita yang tidak aktual lagi dikemas secara ringan dan menghibur.

·                     Berdasarkan tipenya
1.     Feature human interest
2.    Feature pribadi (biografi)
3.    Feature perjalanan
4.    Feature sejarah
5.    Feature petunjuk praktis (tips)

3.   Struktur Tulisan
       Pada umumnya di tulis seperti kerucut terbalik, terdiri dari :
1.      Judul (head)
2.      Teras (lead)
3.      Bridge atau jembatan antara lead dan body
4.      Tubuh tulisan (body)
5.      Penutup
Kecuali dalam fuature human interest ditulis dalam bentuk botol bertatakan dan bagian-bagiannya seperti dalam kerucut terbalik.

4.     Pantangan dalam menulis Feature 
1.    Dilarang mengurangi unsur situasi, kejadian, peristiwa atau proses apalagi sampai   
     Menghilangkanya
2.    Tidak boleh mendramatisasi penderitaan dan situasi meskipun sedikit
3.    Penulisan tidak boleh naif, harus ilmiah dan akademis
4.    Dilarang menonjolkan kehebatan penulis (pedantry/ke-sok-an) dan kurang menghargai pembaca sebagai cendekiawan

·        Jenis – jenis lead atau teras sebuah  feature
1.         Teras yang berscerita, biasa digunakan oleh para pengarang fiksi dalam cerpen atau novel
Contoh :
  Satpam Universitas Kanjuruhan malam itu bertugas seperti biasanya. Setelah mengontrol pintu utama dan belakang gedung kampus, ia duduk di posnya sambil waspada akan segala kemungkinan. Cuaca malam itu memang dingin, hujan rintik –rintik yang terjadi sejak sore, kian mendinginkan suasana. Ia pun terserang dan tak kuasa menahan kantuk. Tidur, tak lama kemudian ia terbangun dan mendapati kedua tangannya terikat. 

 2.         Teras Pertanyaan, untuk merangsang rasa ingin tahu pembaca
Contoh :
       Kapan HMJF didirikan sebenarnya ? tahun 1988, 1989,atau 1995 ? sulit menjawabnya. Namun kita bisa mengetahui kapan HMJF diidirikan dengan membuka lembaran lama sejarah HMJF serta melalui narasumber-narasumber terpercaya.
3.         Teras Kutipan, kutipan pepatah, ayat-ayat  al-quran, ucapan, atau pendapat orang terkenal tapi tetap berkaitan dengan tema feature.
Contoh :
     “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri”
4.    Teras ringkasan, menyimpulkan isi tulisan (inti cerita)
       Contoh :
            Berawal dari coba-coba, Ahmad akhirnya menjadi pengusaha sukses dengan ratusan karyawannya.
5.    Teras sapaan, yakni menyapa pembaca
       Contoh :
            Anda termasuk orang yang sulit tidur ?
            Pernahkah anda memperhatikan cara anda berjalan ?

·         Beberapa jenis penutup sebuah feature :
1.      Penutup menyimpulkan, meringkas apa yang telah diuraikan dan mengarah ke lead
2.      Penutup klimaks, biasanya dipakai dalam feature yang ditulis secara kronologis

**hub@hub@.. ^_^